Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

4 Tips untuk Wisatawan Jogja biar Mudah Pahami Jalanan Jogja

 Bukan hal yang sepele jika ada begitu banyak manusia yang ingin berkunjung ke Jogja. Promosi destinasi-destinasi wisata terbarunya pun cukup soro (kalau orang Surabaya bilang). Dengan segala sesuatunya yang (sering kali dikatakan) terbilang cukup murah: baik sandang, pangan, walau untuk papannya nggak masuk. Toh, memang promosinya untuk berkunjung dan berwisata, bukan untuk tinggal. Kalaupun ada promosi yang tujuannya untuk tinggal, tentu tidak lebih untuk menjadi pelajar dan mahasiswa. Pasalnya, Jogja memang kotanya para pelajar. Sejak saya memutuskan merantau ke Jogja, saya mendapati banyak sekali hal yang berhubungan dengan wisatawan Jogja dan para pendatang macam saya ini yang kesusahan saat berkendara di sini. Ini bukan perkara tidak bisa mengendarai motor atau mobil, maupun soal hafal-menghafal jalan. Wong Jogja itu hanya seuprit dibandingkan Surabaya, apalagi Jakarta, kan? Pada dasarnya, menghafal jalanan di Jogja itu susah-susah gampang. Jika Anda ingin berwisata ke Jogja ...

Rekomendasi tempat untuk menikmati kesedihan diJogja untuk kaum ndosor

  Akhir-akhir ini saya dihujani berbagai sumber kesedihan yang teramat sampai saya bingung harus menangisi yang mana. Saking bingungnya, saya sampai mencatat satu per satu, hal apa saja yang mengundang kemelut dalam hidup saya. Kalau kata banyak orang, kesedihan itu adalah salah satu emosi yang dimiliki oleh manusia yang nggak bisa ditolak pula kehadirannya. Meskipun kalian punya orang dalam yang berpengaruh besar dalam menggerakkan massa, kalian tetap nggak akan bisa membuat kesedihan itu di-skip atau dipenjarakan seumur hidup. Masalahnya adalah bagaimana agar kesedihan itu nggak terasa menyiksa? Karena yang namanya sedih tentu saja tetap diawali oleh s—sialannn—dan diakhiri dengan h—hadeeeh. Tiap orang punya caranya sendiri untuk mengatasi kesedihan agar nggak terlalu menyiksa. Ada yang traveling,  muterin Ring Road  sambil nangis, menulis, bernyanyi, mendengarkan musik, staycation, belajar, bermain tic tac toe, minum cokelat panas, bermain puzzle, mencari tujuh b...

Cara Menguatkan Iman di Belantara Harga Diskon dan Racun Belanja Online

 Harga diskon gila-gilaan serupa iblis yang merayu kita untuk senantiasa menghabiskan uang dan belanja online. Kuatkan imanmu, Kawan. Di suatu hari yang sibuk saat sedang benar-benar bokek, saya pernah silap beli barang nggak penting: game box Nintendo. Saya seperti dihipnotis, sampai nggak ingat betul bagaimana proses saya membelinya. Tiba-tiba saja saya kepikiran pengin main Contra dan Galaxian dengan grafis jadul, sejenak kemudian buka marketplace, dan nggak ada sepuluh menit langsung check out keranjang belanja. Sekarang, game box itu teronggok nganggur di meja kamar saya. Tak tersentuh karena saya bosan. Saya yakin di antara jutaan pengguna marketplace di Indonesia, sebagian juga kayak saya. Suka impulsif beli barang padahal nggak butuh, nggak penting, dikuasai nafsu semata. Entah ini fenomena wajar yang perlu dimaklumi atau seharusnya disadari sebagai kekhilafan. Yang jelas, harga diskon dan racun belanja online memang sering banget gentayangan. Mereka bertujuan menggoyahkan ...

Siapa bilang Jogja istimewa?

 Sejujurnya agak takut mengangkat topik ini,tapi bodoamatlahhh🤪 Dilihat dari judulnya sudahh terlalu offside,Bukan karna tanpa alasan,tapi emang kenyataannya yang mungkin disini teman teman masih belum tau,jadi saya akan menjelaskan sedikit kenapa blog ini bisa berjudul “Siapa bilang jogja istimewa?” Siapa sih yang ga kenal Jogja yang (katanya) istimewa itu? Hampir semua orang tau,dan terkenal juga dengan sebutan kota pelajar. Asal usul kenapa provinsi Jogja bisa mendapat gelar/sebutan ”Istimewa” karena peran Kesultanan yang luar biasa besar dalam mendukung Republik Indonesia merdeka. Setidaknya ada 250 bukti sejarah bahwa Yogyakarta berjuang sebelum dan sesudah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Eitsss tapi itu dulu,beda jauh dengan kondisi sekarang.mari kita bahas satu-satu. 1. Salah satu provinsi dengan ketimpangan tertinggi diIndonesia. Bisa dibayangkan kalo UMR(upah minimum regional) Jogja pada tahun 2021 aja masih 2jt lebih dikit. Kenapa bisa begini? Bukan karna harg...

Psikologis dalam trading

Kenapa saya mengangkat topik ini?karna mungkin masih banyak temen temen disini yang sudah bisa melakukan dan mengamalkan money management dengan baik,tapi masih juga amblas dimakan market. Kenapa bisa begini? Karena dasarnya manusia memiliki 3 rasa ini Tamak,takut, penasaran - Tamak Well rasa tamak pasti muncul pada semua orang,ketika mereka merasa diatas angin dan merasa there's nothing to lose mereke melupakan gaya trading mereka dan melupakan trading plan yang sudah dibuat Cara menghilangkan rasa Tamak? Tentukan Target dan Take Profit secukupnya. Tidak perlu lama lama kalo kita merasa sudah cukup. Biasakan trading sesuai dengan waktu yang menurut anda, anda tidak punya kesibukan dan tidak perlu membagi kepala anda menjadi dua. - Takut Rasa takut muncul ketika anda mengalami loss streak   Rasa takut ini ga akan berguna bagi anda, karena hanya akan menghambat analisa anda. Cara menghilangkan rasa takut di trading? Belajar dari kesalahanan,jika lelah los streak istirahatlah d...